Minggu, 26 Desember 2010

PROPAGANDA


Pendahuluan

          Salah satu teoritikus komunikasi massa yang pertama dan paling terkenal adalah Harold Lasswell, dalam artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan model komunikasi yang sederhana dan sering dikutif banyak orang yakni: Siapa (Who), berbicara apa (Says what), dalam saluran yang mana (in which channel), kepada siapa (to whom) dan pengaruh seperti apa (what that effect) (Littlejhon, 1996).
          Satu hal yang menarik perhatian penyusun dari semua metode komunikasi yang ada adalah propaganda. Sejarah mencatat bahwa Nazi berhasil menguasai Jerman dan berbalik arah dari demokrasi menjadi otoriter adal hasil dari sebuah propaganda. Ketika bicara kekinian, banyak album musik para group band begitu antusias menggunakan metode propaganda dalam  penyebarannya. Begitupun dalam ranah politik, pengalihan isu kian menjelma di berbagai media. Seolah-olah mengotak-atik opini ppublik yang sedang merangkak berkembang.

KOMUNIKASI DAN ISLAM



Pendahuluan

Komunikasi merupakan suatu keniscayaan penting bagi umat manusia. Tanpa komunikasi manusia akan kehilangan suatu kebutuhan pokok kehidupan. Sama halnya seperti kebutuhan nutrisi bagi tubuh. Dengan komunikasi manusia bisa berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Bisa memenuhi kebutuhan hidup, bahkan jika dipandang bahwa komunikasi tidak sebatas hubungan manusia dengan manusia, melainkan dengan alam, maka komunikasi menjadi kebutuhan utama peradaban umat manusia.
Ditinjau dari sudut teoritis secara umum, maka bicara komunikasi adalah bicara masalah nilai-nilai kebaikan yang universal. Artinya, bahwa secara sadar maupun tidak, komunikasi mengarahkan para pelakunya terhadap suatu behaviour yang baik dan humanis. Boleh dikatakan bahwa komunikasi bicara bagaimana agar memposisikan manusia selayaknya seorang manusia yang setara, memounyai hak dan dimuliakan sesamanya. Oleh sebabnya, komunikasi yang baik akan merasa bahwa lawan bicara (komunikan) memiliki derajat yang sama dengan komunikator. Sehingga baru akan tercipta suatu keharmonisan berkomunikasi.